Di usia yang bertambah, dan jatah umur yang makin berkurang ini saya makin menyadari akan betapa berharganya nikmat usia.
Suatu ketika Rasulullah bersabda, "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi)
Kalau kita cermati hadits tsb, yang pertama ditanya diakhirat nanti adalah umur kita, kedua adalah masa muda kita. Mengapa masa muda disebutkan lagi? Bukannya masa muda sudah termasuk ke dalam rentang umur kita juga? Nah, berarti ada makna tersirat akan betapa pentingnya umur, apalagi masa muda.
Betapa pentingnya nikmat umur dan masa muda, Rasulullah kembali bersabda, "Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR. Bukhari Muslim)
Subhanallah. Dan terakhir, Imam Syafi'i berpesan pada generasi muda, "Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya.Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod)."
Mari memperbaiki diri, mari isi masa muda dengan kebaikan, amal ibadah, silaturrahim, dan do'a untuk kebaikan umat.


No comments:
Post a Comment