Pages

MEMBUKA 2019


Jika kebanyakan orang memulai tahunnya dengan resolusi, begitu pun saya. Hanya saja lebih ke me-review target yang lama. Mungkin salah satu tahun yang paling saya suka adalah 2014, dimana ada akumulasi antara pengharapan, kepasrahan dan ketaatan. Pengharapan itu penting agar setiap harinya kita punya semangat, kepasrahan penting karena disana kita bisa berpikir sehat, dan tentunya ketaatan adalah puncak dari ikhtiar itu sendiri. Bahwa tidak akan ada gunanya target dunia tanpa berdampak pada kampung akhirat. Ketaatan juga sandaran utama sebagai seorang yang muslim untuk bersikap. Sebab value yang terkandung dalam agama selalu cocok dengan fitrah keadilan, kedisiplinan dan profesionalitas.


Salah satu momen paling bahagia di 2017, dianugerahkan menjadi wisudawan terbaik Perbankan Syariah STEI SEBI, hadiah untuk kedua orang tua - Depok-

Bagaimana dengan 2014ku dulu? Hal yang jelas, saya banyak belajar arti kedewasaan disana. Berada di tempat yang sebelumnya sama sekali tak saya prediksi, yakni menuntut ilmu di STEI SEBI. Kecewa? Tentu, tapi awalnya saja. Selanjutnya saya mendapati diri berada pada lingkungan yang tepat dengan tumbuh kembang saya. Menuntut ilmu tak melulu berkaitan dengan sekolah favorit, namun bagaimana kita serius terhadap apa yang ada di depan kita. Sebab jika kembali kita berpikir jernih, tak semua orang berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Poin lain di 2014 adalah semangat pembuktian. Setelah lulus dari pondok pesantren setahun sebelumnya, ada naluri untuk membuktikan diri bahwa di tempat ini kita bisa berguna. Jika kampus memberi kesempatan beasiswa disini, kenapa tidak kita membalas kebaikannya dengan prestasi. Setidaknya itu sedikit membalas hutang budi pada institusi, meskipun sampai kapanpun saya tidak akan mampu membalasnya. Dari sanalah saya mulai bertekad untuk aktif baik di tataran akademik, achievement, maupun organisasi. Kelak, hal itulah yang menjadi bekal berharga terhadap berita bahagia di akhir masa studi di STEI SEBI. Alhamdulillah.

Lalu bagaimana dengan 2019? Ya, InsyaAllah akan ada target baru, bismillah. Sebagaimana 2014 tadi, saya juga ingin lebih aktif bercerita, menulis dan berkarya di tahun ini. Baik menceritakan apa yang saya alami pada tahun sebelumnya, maupun apa yang akan saya hadapi pada waktu selanjutnya. Semoga kumpulan cerita tersebut dapat bermanfaat, dan menjadi oleh-oleh “memoir hidup” yang dapat diambil hikmahnya. Aamiiiin.

1 comment:

  1. Barakallah, lulus 3,5 th predikat Cumlaude. Baru pertama ini saya baca tulisan uda, Menginspirasi ��.

    Btw, di SEBI ajaran barunya tidak di bulan Agustus kah? Uda kok angkatan 2014. Padahal beda setahun, saya aja angkatan 2014 ��

    ReplyDelete