Jika kebanyakan orang memulai
tahunnya dengan resolusi, begitu pun saya. Hanya saja lebih ke me-review target
yang lama. Mungkin salah satu tahun yang paling saya suka adalah 2014, dimana
ada akumulasi antara pengharapan, kepasrahan dan ketaatan. Pengharapan itu
penting agar setiap harinya kita punya semangat, kepasrahan penting karena
disana kita bisa berpikir sehat, dan tentunya ketaatan adalah puncak dari
ikhtiar itu sendiri. Bahwa tidak akan ada gunanya target dunia tanpa berdampak
pada kampung akhirat. Ketaatan juga sandaran utama sebagai seorang yang muslim
untuk bersikap. Sebab value yang
terkandung dalam agama selalu cocok dengan fitrah keadilan, kedisiplinan dan
profesionalitas.
Salah satu momen paling bahagia di 2017, dianugerahkan menjadi wisudawan terbaik Perbankan Syariah STEI SEBI, hadiah untuk kedua orang tua - Depok-
Bagaimana dengan 2014ku dulu? Hal
yang jelas, saya banyak belajar arti kedewasaan disana. Berada di tempat yang
sebelumnya sama sekali tak saya prediksi, yakni menuntut ilmu di STEI SEBI. Kecewa?
Tentu, tapi awalnya saja. Selanjutnya saya mendapati diri berada pada
lingkungan yang tepat dengan tumbuh kembang saya. Menuntut ilmu tak melulu
berkaitan dengan sekolah favorit, namun bagaimana kita serius terhadap apa yang
ada di depan kita. Sebab jika kembali kita berpikir jernih, tak semua orang
berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
Poin lain di 2014 adalah semangat
pembuktian. Setelah lulus dari pondok pesantren setahun sebelumnya, ada naluri
untuk membuktikan diri bahwa di tempat ini kita bisa berguna. Jika kampus
memberi kesempatan beasiswa disini, kenapa tidak kita membalas kebaikannya
dengan prestasi. Setidaknya itu sedikit membalas hutang budi pada institusi,
meskipun sampai kapanpun saya tidak akan mampu membalasnya. Dari sanalah saya
mulai bertekad untuk aktif baik di tataran akademik, achievement, maupun
organisasi. Kelak, hal itulah yang menjadi bekal berharga terhadap berita
bahagia di akhir masa studi di STEI SEBI. Alhamdulillah.
Lalu bagaimana dengan 2019? Ya,
InsyaAllah akan ada target baru, bismillah. Sebagaimana 2014 tadi, saya juga
ingin lebih aktif bercerita, menulis dan berkarya di tahun ini. Baik menceritakan
apa yang saya alami pada tahun sebelumnya, maupun apa yang akan saya hadapi
pada waktu selanjutnya. Semoga kumpulan cerita tersebut dapat bermanfaat, dan
menjadi oleh-oleh “memoir hidup” yang dapat diambil hikmahnya. Aamiiiin.

Barakallah, lulus 3,5 th predikat Cumlaude. Baru pertama ini saya baca tulisan uda, Menginspirasi ��.
ReplyDeleteBtw, di SEBI ajaran barunya tidak di bulan Agustus kah? Uda kok angkatan 2014. Padahal beda setahun, saya aja angkatan 2014 ��