Pages

TIPS MENGELOLA KEUANGAN ALA ANAK KOS


Halo para anak kos, apa kabar? Tentunya ditahun baru dan awal bulan ini wajah kamu masih berbinar-binar kan? Ya, barangkali mayoritas diantara kalian masih menyimpan cadangan uang yang cukup untuk bekal sehari-hari. Tapi, kenapa sih kalo udah mendekati akhir bulan mulai cemas? Nah ini yang harus menjadi antisipasi kita sejak awal bulan, baik mengatur gajian rutin dari orang tua ataupun lembaga beasiswa kalian. Hal ini agar kamu terhindar dari siklus makan anak kos. Hehe.

Kali ini saya akan berbagi sedikit tips bulan teman-teman yang masih berkuliah dan belum memiliki penghasilan tetap. Apalagi yang baru memulai pengalaman baru menjadi anak kos, pasti akan perlu banyak konsultasi sana-sini, bagaimana sih cara menyiasati agar uang bulanan itu bisa cukup? Oke, langsung saja kita ulas bersama.

1.      1. Cari Kos-kosan  yang Sesuai Kantong
Biasanya kendala awal mahasiswa baru adalah bingung menentukan dimana harus mencari kos-kosan atau kontrakan. Oke, biasanya kos-kosan yang dekat kampus cenderung mahal, dan yang jauh dari kampus cenderung murah. Nah, disini faktor penentunya adalah kendaraan kalian. Kalau teman-teman punya kendaraan pribadi semisal motor, teman-teman bisa memilih kos-kosan yang agak jauh.


Tapi khusus yang tidak punya, saran saya lebih baik cari penginapan yang dekat dengan jangkauan kampus. Lebih baik mahal sedikit tapi bisa diakses dengan jalan kaki, dibanding mengejar murah, ternyata pas dihitung-hitung dengan naik angkutan umum malah jauh, menguras tenaga, bahkan kadang menguras uang juga. Ingat, tujuan utama teman-teman adalah kuliah, jadi jangan sampai waktu habis dijalan. Dan juga, cari teman untuk se-kontrakan bareng, ini biasanya juga dapat menekan pengeluaran.

Tips tambahan lain bisa menjadi takmir masjid bagi yang laki-laki muslim, ini cukup membantu. Selain tempat disediakan kadangkala malah ada uang saku bulanan. Tapi ingat, jika pengurus masjid mencari takmir yang siap sedia hampir di semua waktu shalat, lebih baik dikaji ulang, karena mahasiswa banyak tugas kuliah dan organisasi yang sifatnya dadakan, jangan sampai terjadi konflik dikemudian hari.

2.      2. Atur Konsumsi Sesuai Budget

Jika kiriman bulananmu terbatas, pastikan diawal kamu menyetok beras. Memang awalnya terlihat mahal, apalagi menyetok minimal 10 liter/kg. Tapi bisa dipastikan ini akan sangat menghemat pengeluaranmu. Selanjutnya, kamu bisa menentukan apakah beli sayuran dan lauk-pauknya diluar, atau buat sendiri. Namun, jika kamu punya anggaran yang cukup, kamu bisa mencari makanan disekitar kampus, biasanya banyak kantin yang menyediakan makanan harga mahasiswa.


3.      3. Alokasi Transportasi

Ada saja hal yang membuat kita harus keluar uang untuk transportasi, khusus untuk kampus-kampus yang memang tidak bisa diakses dengan jalan kaki, ini harus menjadi perhatian. Tenang, teman-teman bisa mengakalinya. Misalnya bisa nebeng dengan teman yang memang satu arah bahkan sekelas. Jika dia berbaik hati memberi tumpangan motor, pastikan kita mau keluar modal sedikit untuk membeli helm, jangan menyusahkan teman.



Bisa juga jika memang bisa diakses dengan transportasi umum seperti shuttle bus kampus, KRL, Bus Trans dalam kota, ataupun angkot, pastikan ini sudah dianggarkan. Jika memang hanya bisa diakses dengan transportasi online, mungkin teman-teman bisa menganggarkan keuangannya dengan men-depositkan saldo di aplikasi. Ini akan membantu jika sewaktu-waktu tidak ada uang cash dan juga ditambah dengan adanya diskon dari aplikasi. Mengenai pro-kontra kebolehan e-money pada aplikasi online ini, saya menyandarkannya pada fatwa Dr. Oni Sahroni (Anggota DSN MUI) yang menyatakan halal.

4.      4. Cari Penghasilan Tambahan

Dalam prinsip ekonomi, jika kamu tidak bisa menekan pengeluaran, maka tambahlah penghasilan. Ini harus dipegang betul oleh para mahasiswa dan anak kosan. Adanya penghasilan akan membuat kita akan lebih tenang dalam mengatur keuangan harian dan bulanan.


Banyak sekali pekerjaan sampingan untuk para mahasiswa di era millennial ini, misalnya saja menjadi freelance writer, translator, jual barang di aplikasi online, les privat, reseller buku, tas ataupun baju dan lain-lainnya. Asalkan kreatif, punya skill dan ada kemauan, pasti selalu ada jalan. Ingat, cicak-cicak di dinding yang diam-diam merayap saja sudah ada jatah rezekinya, kenapa kita harus ragu.

5.      5. Sediakan Tabungan

Hal ini sebenarnya opsional saja, jika tidak memungkinkan tidak masalah. Tapi tips ini bisa dicoba, yakni sediakan kencleng/celengan di kosanmu. Setidaknya ini cara kamu belajar mendisiplinkan diri dalam mengatur keuangan. Seringkali uang recehan koin maupun uang ribuan kecil luput dari perhatianmu, nah sekarang kamu bisa sisihkan itu dalam kenclengmu. Nanti uang ini bisa kamu jadikan tambahan untuk ongkos pulang kampung ataupun membeli buku kuliah.


Secara tidak langsung, kamu akan lebih menghargai keberadaan rezeki yang Allah turunkan kepadamu. Selain itu, jangan lupa tetap sedekah, sebab selain sebagai pemancing rezeki dan kesehatan, sedekah adalah tabunganmu yang sesungguhnya untuk bekal di kehidupan yang sebenarnya.

Selamat mencoba.
 

No comments:

Post a Comment