Pages

BARISAN PEJUANG EKONOMI ISLAM (PART 4/4)

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak hikmah yang aku dapatkan. Tentang perjuangan para senior yang terlebih dahulu mengawali dakwah ekonomi syariah ini. Juga aku menyadari bahwa yang merapat ke perjuangan ini tidak sedikit orang. Banyak kalangan yang juga berikhtiar dalam bagiannya masing-masing mengembangkan ekonomi syariah, mulai dari tokoh, ulama, para dosen, praktisi, senior organisasi, maupun rekan-rekan dari ratusan kampus lainnya. Aku pun mencoba mengambil peran salah satunya menulis opini di beberapa media massa. Tidak besar memang dampaknya, tapi setidaknya menegaskan bahwa aku berjuang di barisan yang mana.
            Dalam perjalanannya, aku bersyukur ditakdirkan di tiga barisan yang sama-sama konsen mengkaji ekonomi syariah. Tiga hal tersebut adalah IsEF (Islamic Economics Forum) STEI, BES (Beastudi Ekonomi Syariah) Dompet Dhuafa, dan FoSSEI (Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam). Ketiganya memiliki keterkaitan dan saling mendukung satu sama lainnya.

            Bagiku IsEF adalah gerbang awal perjuangan itu. Memutuskan kuliah di kampus ekonomi syariah, maka dalam benakku aku pun harus memilih organisasi yang menunjang pengkajian ekonomi syariah di kampusku. Sehingga aku berijtihad untuk masuk dalam organisasi IsEF. Benar saja, IsEF mengajarkanku tentang arti penting keikhlasan, pengkajian ekonomi syariah, upgrade informasi terkini, dan juga menganalisa isu-isu terkini seputar ekonomi bangsa. Ciri khas IsEF yang paling menonjol adalah kajian rutinnya. Hal itulah yang kemudian membuatku makin tertarik dengan ekonomi syariah. IsEF memberikan kemantapan dalam diriku tentang betapa pentingnya berdakwah di bidang ini.
            Memasuki semester kelima masa perkuliahan, kampusku mengadakan kerjasama dengan Dompet Dhuafa menyediakan Beastudi Ekonomi Syariah. Tujuan awal dari pencanangan beasiswa ini adalah untuk mencetak calon pakar ekonomi syariah di masa yang akan datang. Maka setiap penerima manfaatnya dibekali dengan berbagai soft skill pendukung. Setelah melewati berbagai tahap seleksi, Alhamdulillah aku terpilih sebagai salah satu penerima manfaat beasiswa ini. Benar saja, banyak hal yang kudapatkan selama mengikuti rangkaian dan tahapan yang disiapkan oleh pihak Pembina beasiswa. Kami dibekali dengan materi karakter dasar, dilanjut dengan skill menulis, skill berbahasa asing, dan materi tentang kepemimpinan.
            Tidak hanya itu saja, kami pun dituntut untuk memiliki adik binaan dalam bentuk mentoring ekonomi syariah. Prinsipnya adalah membagikan ilmu yang didapat kepada para anggota binaan. Karena filososinya, ilmu itu bagaikan air, yang dia akan menjadi sehat dan bermanfaat ketika dialirkan. Begitu juga ilmu, semakin kita membagikannya, maka kebermanfaatan ilmu itu semakin besar bagi pemberinya. Di sisi lain, kami pun dituntut untuk memiliki project social yakni Gerakan Cinta Baca. Sebuah gerakan yang mengajak para remaja dan kalangan umum tentang arti penting membaca.
            Seringkali aku mendapat banyak kejutan tatkala mengikuti program pembinaan BES, salah satu hal yang paling kuingat adalah saat bertemu dengan penulis favoritku Ahmad Fuadi (penulis novel Negeri 5 Menara), juga tatkala bertemu dengan Pak Yoyok, Bupati Batang yang menuai banyak prestasi di kabupatennya. Pembinaan demi pembinaan ku lalui. Dan memang sangat bermanfaat sekali. Adakalanya kami harus berjumpa dengan masyarakat perkampungan, belajar bersosialisasi. Disisi lain ada pula program kunjungan tokoh ekonomi syariah, yang membuat cakrawala ilmu dan pengalaman makin luas. Agar ilmu tidak hampa, kamipun dibina dengan melaksanakan diskusi mingguan rutin dengan dosen ahli yang tergabung dalam SIBER-C, sebuah lembaga penelitian yang terdiri dari para dosen pakar di kampusku.
            Selanjutnya, aku pun banyak belajar dari amanah yang kujalani di FoSSEI. Organisasi yang menaungi sekitar 127 Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di Indonesia ini memang memang kental dengan romansa perjuangan. Sejak berdiri 17 tahun silam, telah banyak capaian yang digapai oleh seniorku. Dan memang perjuangan FoSSEI betul-betul agar ekonomi syariah bisa membumi di tanah Indonesia. Dalam pergerakannya, FoSSEI banyak melakukan audiensi dengan berbagai pihak dan instansi keuangan negara. Juga ditingkat kampus, memiliki perjuangan dengan cerita tersendiri. Ada yang berhasil memperjuangkan terbentuknya program studi ekonomi syariah di kampusnya setelah lebih dari sepuluh tahun KSEI berdiri. Bagi kampus yang sudah memiliki jurusan ekonomi syariah, mereka pun berjuang agar spirit anti maisyir, gharar dan riba juga menyebar ke berbagai fakultas lainnya. Serta banyak kajian dan seminar ekonomi syariah yang diadakan berkat kegigihan di KSEI dan FoSSEI.
            Hal yang menjadi spirit FoSSEI adalah bahwa perjuangan tidak akan pernah sukses jika tidak sama-sama merapatkan barisan. Perlu ada ukhuwah yang dahsyat, dakwah yang hebat dan kajian ilmiah yang kuat. Itulah yang selalu ditularkan dari generasi ke generasi di FoSSEI ini. Untuk mendukung itu semua, spirit silaturrahim lah yang menjadi penghubung semuanya.
            Pada akhirnya aku berfikir, bahwa jalan ini bukan lah jalan yang kupilih pada awalnya, namun jalan yang dipilihkan Allah untukku. Dalam perjalanannya pun aku pernah menulis tentang kisah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dari sisi sejarah saja. Dulu aku baru mengkaji peran beliau dalam kontribusinya membela bangsa dan mempertahankan negara. Dan sekarang aku makin tahu ternyara beliau juga memiliki jasa yang besar terhadap kemajuan ekonomi Indonesia. Beliau adalah gubernur BI teladan, mantan menteri keuangan yang cerdas, pemimpin bangsa yang jujur dan berintegritas.  Maka sekarang aku berharap agar dapat meneruskan perjuangan beliau memakmurkan bangsa dalam bidang ekonomi bangsa, khususnya ekonomi Islam.
           


No comments:

Post a Comment