Pages

SEJENAK MEMAKNAI UMUR


Sangat perlu aku sampaikan ini pada kawan-kawan semua. Dimana bagi hari bagiku adalah hari-hari yang tak bisa digolongkan ini baik dan ini tidak baik. Kecuali hari-hari tertentu saja yang dalam Islam adalah istimewa, seperti Idhul Fitri dan Idhul Adha.
            Terlepas besok hari adalah umurku yang kee-20, aku hanya menganggap hal ini bukanlah hal yang patut dirayakan. Pada hakikatnya usia 20 adalah tatkala kita telah menghabiskan 20 tahun jatah umur kita. Sama seperti seorang bayi. Ketika bayi itu baru lahir, bayi itu tidak dikatakan berusia satu tahun. Namun dia baru disebut satu tahun jika bayi ini menginjak tanggal yang sama dan bulan yang sama pada tahun berikutnya. Artinya, bayi itu baru disebut berumur satu tahun jika dia sudah menghabiskan jatah umurnya selama satu tahun.
Maka menjadi perhatian kita, pada hakikatnya usia 20 tahun bukanlah sebuah hal yang patut dibagga dan rayakan. Namun bertepatan dengan usia ini, hendaklah si pemilik umur bisa memaknai  bagaimana memandang menghabiskan waktu yang tersisa dengan perenungan. Merenung dalam arti mengintropeksi diri.
Baiklah, kalau boleh aku berharap. Esok hari aku hanya ingin meminta do’a, pun ingin meminta nasehat. Aku ingin usiaku berkah dan sisa umurku menebar manfaat. Tentu usia 20 tahun bukanlah umur yang kecil. Banyak peristiwa yang kuyakini selalu sukses terwujud dalam siklus 20 tahunan.
Rasulullah saw sukses menjadi saudagar kaya ketika berusia 25 tahun. Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel ketika berusia 21 tahun. Dan Islam bisa berkembangan setelah didakwahkan selama 23 tahun. Dana masih banyak lagi siklus-siklus 20 tahunan yang selalu menuai keberhasilan.
            Akhirnya dengan kerendahan hati aku berharap kepada sahabat semua bahwa euphoria pergantian tahun ini tidak melulu disalahartikan. Cukuplah Allah yang tahu apa makna dari penambahan usia dan pengurangan umur ini. Semoga kita semua bisa memahami apa yang dimaksudkan oleh hati kecilku ini.
            Dan kepada diriku sendiri, mari memaknai pergantian usia ini dengan semangat mengintropeksi diri dan semangat mengejar cita-cita. Dan mari wujudkan kesuksesan dengan memanfaatkan momentum siklus 20 tahunan ini. Semoga Allah memeluk setiap dekapan mimpi kita. Aamiiiiin. Wallahu a’lam bish-showab.
Dari sudut sepi kampus SEBI
Depok, 16 Desember 2014

Zilal Afwa Ajidin

No comments:

Post a Comment