Pages

KITA SESUAI KEILMUAN KITA


Seorang pelajar muslim ilmu gizi mengkritisi makanan yang dimakan oleh orang kebanyakan, tidak higienis dan berminyak. Apalagi terhadap manusia yang makan daging berkolestol, gulai bersantan dan gorengan berminyak yang entah berapa kali digoreng dengan minyak yang sama. Ia sudah melewati tahap minimal halal, dan seleksinya makin meningkat ke taraf baik dan bergizi. Sayang sekali, ia dengan mudahnya memperbolehkan pinjaman online, bank non syariah, berpacaran dan enggan bersosialisasi.

Seorang pelajar muslim ilmu dakwah mengkritisi pola pendekatan pergaulan masyarakat yang menyimpang dan cenderung anti sosial. Apalagi jika ada manusia yang tidak berdakwah atau mengajak kebaikan saat keliling kampung. Ia juga mengajak pemuda dan masyarakat untuk mau bersosialisasi dan turut meramaikan masjid. Ia sudah melewati tahap minimal pergaulan halal, dan ia juga sangat menjaga pergaulannya. Sayang sekali, ia dengan mudahnya makan makanan subhat, memperbolehkan meminjam ke rentenir dan perilaku suap.

Seorang pelajar muslim ekonomi syariah mengkritisi masyarakat muslim yang menabung sembarangan di bank non syariah, percaya rentenir bahkan perilaku suap. Apalagi terhadap praktek riba yang berkedok lembaga keuangan, baik leasing, pinjaman online dan "bank keliling". Ia sudah melewati batas minimal dalam bertransaksi halal, dan seleksinya terhadap jenis penyimpangan keuangan lain dalam Islam begitu ia hindari. Sayang sekali, ia dengan mudahnya memperbolehkan makan yang belum jelas halalnya, berpacaran dan juga enggan bersosialisasi.

Seorang pelajar muslim ahli lingkungan mengkritisi penggunaan plastik dan penebangan hutan sembarangan tanpa dibarengi penanaman kembali. Apalagi terhadap pengusaha nakal yang punya usaha penambangan namun tidak melakukan reboisasi. Ia sudah melewati batas minimal menjaga keseimbangan bumi. Sayang sekali, ia dengan mudahnya mempersilakan adanya organ tunggal tengah malam di kampungnya, meminum makanan dan minuman terlarang serta memperbolehkan transaksi penipuan serta bank non syariah.

Terkadang kita memang terlalu konsern terhadap bidang keilmuan kita saja, sehingga tidak ada kesinambungan keilmuan antara satu bidang kebaikan dengan kebaikan lainnya. Islam datang menyatukan semuanya, menjadi pribadi yang utuh : menjaga pergaulan, memilah milih harta pemasukan halal, membelanjakannya pada kebaikan, menjaga lingkungan, mencari makanan yang halal lagi baik dan juga mengajak manusia dalam kebaikan dan sholat.

------
Cerita diatas adalah perumpamaan saja, tapi barangkali bisa menggambarkan pengkotakan kebaikan di zaman sekarang. Semoga kita menjadi pribadi yang kaffah dalam ber-Islam.

No comments:

Post a Comment