Pages

SEKOLAH PRA NIKAH

Di kampusku, ada satu agenda yang harus diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir. Kalaulah ukurannya tidak sampai wajib, maka layaklah dihukumi dengan sunnah muakkad. Terbukti dengan hadirnya sebagian besar angkatanku pada acara ini. Dan nama agendanya adalah 'Sekolah Pra Nikah'. Bahkan, pelaksanaannya ini langsung diatur dibawah kemahasiswaan kami.

Mengapa acara ini menjadi begitu penting? Bahkan penyelenggaraanya saja langsung dari pihak kampus. Ternyata kampusku punya mimpi yang begitu besar. Sebab, pembangunan peradaban itu sejatinya bukan saja dari pendidikan tinggi, namun justru dominan dari peran keluarga. Harapannya, mahasiswa/i yang nantinya lulus, mereka punya bekal yang cukup untuk mengarungi hidup saat berkeluarga.

Suatu ketika dosenku pernah berucap tentang cita-cita mulia rektor kami. Beliau menceritakan bahwa rektor kami pernah berkata, "Saya berharap kampus ini jadi ladang amal kita. Bayangkan saja, kalaulah setiap tahunnya kampus ini meluluskan 150 orang, maka akan ada 150 keluarga baru yang akan membangun peradaban bangsa ini, khususnya dalam membumikan ekonomi Islam. Jika disiapkan dengan baik, tentu itu akan menjadi amal jariah bagi kita semua, segenap civitas academica STEI SEBI."

Itulah yang menjadi ukuran keberhasilan kampus bagi rektorku. Sebab hal pertama yang dicari dari kampus ini bukanlah pamor dan keterkenalan, tapi justru sumber keberkahan.

Lalu bagaimana dengan pelaksaan Sekolah  Pra Nikah ini? Berikut saya sajikan resumenya.

-Dalam mengkhitbah, jangan meminang diatas pinangan orang lain
-Kenapa dalam nikah itu terjadi ijab qobul antara ayah (wali pihak perempuan) dengan pengatik laki-laki? Maknanya adalah, memindahkan tanggungjawab perlindungan dari ayah ke sang suami.
-Dalam Islam, mahar terbaik bagi laki-laki adalah yang paling baik untuk istrinya. Sedangkan mahar terbaik bagi wanita adalah yang paling memudahkan suaminya. Itulah sumber keberkahan bagi kedua pihak
-Nikah dalam bingkai dakwah, nikah yang sesungguhnya
-Nikah itu melibatkan dua keluarga besar, dia menyatukan menyatukan dua insan dan dua kebiasaan.
-Rumah tangga itu memang rumit, yang sederhana itu rumah makan


-Kita berinteraksi dengan manusia, hakikatnya kita berinteraksi dengan Allah.
إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا
"..Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, Niscaya dia akan memberikan yang lebih baik..."(Q.S Al-Anfaal ayat 70)

-Motif Pendorong untuk menikah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً 
(Q.S An-Nisa ayat 1)

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
(Q.S An-Nur:26)

Klasifikasi ahli Qur'an, yaitu:
1. Senantiasa Tilawah dan menyimak Al-Qur'an.
2. Suka menghafal dan muroja'ah Al-Qur'an
3. Paham dan mentadaburri Al-Qur'an
4. Mengamalkan Al-Qur'an dan berjihad.

"Jangan suka membanding-bandingkan istri/suami kita dengan orang lain. Saling memahami, mengalah."

No comments:

Post a Comment