Pages

PROGRAM PERSIAPAN STUDI LANJUT (PPSL) BIB KEMENAG-LPDP

Sejatinya program ini sudah saya persiapkan dari setahun sebelumnya, yakni dari 2022. Saya jadi tertarik untuk mengikutinya setelah berdiskusi dengan senior kami yang lebih dahulu menjadi awardee Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama-LPDP yang ditempatkan di Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Raden Intan Lampung. Ditambah lagi saya berjumpa dengan rekan dosen lainnya dari UIN Raden Mas Said Surakarta yang ditempatkan di PTP UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Ketika beliau ada waktu luang, kami berjumpa dan berdiskusi dengan program ini. Beliau mengatakan bahwa program PPSL ini sudah berjalan beberapa tahun dan ditahun ia mengikuti, programnya berjalan selama 3 (tiga) bulan. Selama bulan tersebut, bukan hanya persiapan bahasa inggris yang digenjot, akan tetapi juga bagaimana membuat proposal riset untuk persiapan melanjutkan studi S3 (doktoral). 

Lalu apa sebenarnya tujuan program PPSL ini? Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penyelenggara program ini memandang bahwa talenta-talenta dari keluarga besar Kemenag harus dan layak mendapat kesempatan mendapatkan studi lanjut, khususnya ke luar negeri. Memang misi mulia PPSL ini ialah untuk mengantarkan potensi dan bibit muda Kementerian Agama untuk dapat mengenyam pendidikan di Luar Negeri. Mengapa tidak langsung menyediakan beasiswa ke Luar Negeri saja? Mengapa harus adalagi program persiapan seperti PPSL ini? Jawaban yang kami dapatkan ialah, sebenarnya kemampuan nalar, logika dan keilmuan keluarga besar Kemenag ini tidak kalah dengan lembaga lainnya, akan tetapi kendala utamanya ialah belum memenuhi syarat administratif berupa bahasa asing dengan skor tertentu. Oleh sebab itu, PPSL ini diharapkan menjadi jembatan penghubung antara insan Kemenag dengan syarat bahasa asing yang seringkali belum dapat dipenuhi. Jika syarat bahasa asing tersebut terpenuhi, tentu saja insan Kemenag akan bisa bersaing dan memiliki daya saing dalam mengakses beasiswa ke luar negeri. 

Pertanyaannya sekarang, siapa saja yang bisa mendaftar program PPSL ini? Secara umum, inilah kategori calon peserta yang bisa mengikuti program ini:
1. Warga Negara Indonesia
2. Telah lulus jenjang S1 atau S2, dan berusia maksimal 35 tahun untuk lulusan S1 dan maksimal 40 tahun untuk lulusan S2
3. Memiliki ijazah dan transkrip ini dengan IPK minimal 3,25
4. Memiliki NIDN, NIDK, NUPTK atau SK Tendik dan Pegawai (kecuali alumni PTK dan PBSB cukup dibuktikan dengan ijazah/surat keterangan alumni PBSB)

Selanjutnya, persyaratan administratif lainnya ialah:
1. Direkomendasikan oleh akademisi/tokoh/pembimbing skripsi/tesis
2. Mendapatkan surat izin dari pimpinan/rektor/ketua/dekan/direktur program pascasarjana
3. Tidak sedang atau akan menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama mengikuti Beasiswa Indonesia Bangkit
4. Bersedia menandatangai surat pernyataan dan komitmen pendaftar beasiswa di atas materai Rp 10.000 sesuai dengan ketentuan terlampir
5. Menulis esai berisi profil diri, motivasi, dan rencana kontribusi terhadap masyarakat dan motivasi mendaftar Program Persiapan Studi Lanjut, dengan jumlah kata 1000-1500, ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Arab sesuai dengan program
6. Memiliki sertifikat kompetensi bahasa resmi (official), dengan ketentuan skor
Bahasa Inggris
*TOEFL ITP : 500
*TOEFL IBT : 49
*TOEFL CBT : 143
*IELTS : 5.0
*Duolingo : 90
*TOEIC : 480
*PTE : 43
Bahasa Arab
*TOAFL : 500

Adapun persyaratan lebih detail dapat diakses di link website berikut ini :
Program Persiapan Studi Lanjut

Lalu apa saja fasilitas yang didapatkan? Berikut adalah fasilitas yang bisa didapatkan oleh peserta PPSL:
*Program Pelatihan
*Tiket Transportasi Pulang Pergi
*Living Cost
*Tes IELTS Official

Perjuangan Menuju PPSL

Pada sesi ini, pembahasannya agak lebih personal, yakni menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) ini. Sebagaimana saya telah sampaikan sebelumnya, saya makin tertarik mengikuti kegiatan ini karena dorongan dari senior saya yang lebih dahulu lulus di PPSL 2022. Namun saya pribadi sudah dapat informasi mengenai PPSL ini sejak 2021 sejak diberitahu oleh dosen saya saat S1 dulu Bapak M. Luthfi Hamidi yang saat ini bertugas di Universitas Islam Internasional Indonesia, di Depok, Jawa Barat. Sesungguhnya beliaulah yang awal mulanya "meracuni" kami dengan mimpi sekolah ke luar negeri. Beliau sendiri ialah lulusan S2 Loughborough University di Inggris Raya (United Kingdom) dan S3 di Griffith University, Australia.

Saat saya dan istri berkunjung ke kediaman beliau pada 1 Januari 2022, beliau kembali berapi-api menceritakan pengalaman beliau sekolah S2 dan S3 di luar negeri. Barangkali kami tertarik, maka dapat dipersiapkan dari sekarang, ujarnya. Ada ucapan beliau yang begitu relate dengan mimpi kami yakni, "Jika mas berhasil berangkat sekolah ke luar negeri, maka bawalah keluarga. Itu bukan hanya proses belajar bagi mas pribadi, namun sama dengan memberangkatkan sekolah satu keluarga. Dari pengalaman itulah, mas sekeluarga bisa belajar lebih lagi tentang arti kehidupan".

Singkat cerita, untuk PPSL 2021 saya memang tidak ikut karena selain skor TOEFL terakhir saya belum cukup, saat itu saya juga belum punya NIDN sebagai syarat wajib sebagai calon peserta. Selain itu, PPSL 2021 dahulunya ialah program 1 (satu) bulan saja, sedangkan untuk PPSL 2022 makin disempurnakan dengan pelaksanaannya menjadi 3 (tiga) bulan. Lalu untuk PPSL 2023 bagaimana? Ya, pelaksanaannya mirip dengan PPSL 2022 yang lama durasi programnya ialah 3 bulan. Namun, jika pada PPSL 2022 boleh menggunakan TOEFL yang dikeluarkan oleh kampus, maka pada PPSL 2023 syaratnya diubah yakni sertifikat TOEFL nya harus dikeluarga oleh lembaga resmi yang bekerjasama dengan ETS.

Tidak ada pilihan bagi saya ketika itu, sehingga saya membooking jadwal ujian TOEFL online di Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (LBI FIB UI). Saya mengontak panitia penyelenggara dengan menggunakan email, lalu membooking tanggal 16 November 2023 sebagai tanggal pelaksanaan ujian saya. Cukup mendadak, karena pengumuman PPSL 2023 baru diumumkan sejak 6 November 2023 dan ditutup pada 31 November 2023. Setelah membayar biaya tes sejumlah Rp 585.000, maka saya sudah bisa mempersiapkan ujian TOEFL ITP dengan lebih serius. Saat ini, saya pribadi berharap agar paling tidak bisa mendapatkan skor minimal syarat PPSL.

Tes TOEFL dilaksanakan hari Senin, maka saya manfaatkan betul hari Sabtu dan Minggu untuk belajar dari youtube atau dari buku. Hari yang ditunggu tiba, saya berangkat ke kampus, lalu minta izin ke Dekan untuk mengikuti tes TOEFL dengan harapan bisa lolos program PPSL nantinya. Dekan merestui, lalu saya bersiap mengambil lokasi ujian. Saya memilih ujian di kamar utama kami saja, agar lebih kondisif dan tidak ada distraksi. Lebih dahulu saya dan istri membersihkan kamar tidur, bahkan memindahkan kasurnya ke ruang tengah. Ujian dimulai, panitia meminta kami menunjukkan kondisi ruang kami ujian, mengkonfirmasi tidak boleh ada orang lain di ruangan tersebut serta harus berada di ruang tertutup. Nahya, anak kami terlebih dahulu sudah dikondisikan istri saya. Alhamdulillah selama saya ujian Nahya cukup kooperatif, sepertinya tahu jika ayahnya sedang ujian. Hehe.

Selama ujian, satu persatu pertanyaan saya jawab, mulai dari listening, structure dan reading. Kurang lebih 1,5 jam saya ujian, waktu sudah mendekati habis. Kira-kira waktu tersisa tinggal 1 menit lagi, lalu saya submit saja, dan skor langsung keluar. Berapakah skornya? Ya, 503. Benar-benar angka yang melegakan sekaligus membuat khawatir juga. Jika saja saya salah dua soal saja, maka skor saya tidak mencukupi untuk syarat mendaftar PPSL.

Alhamdulillah, satu syarat sudah mencukupi, selanjutnya saya mengurus berkas dan persyaratan lain berupa surat izin dari pimpinan, surat rekomendasi dari pembimbing tesis, surat pernyataan dan essai motivasi mengikuti PPSL. Satu persatu selesai, sambil menunggu scan sertifikat TOEFL ITP saya dari LBI FIB UI. Setelah semua selesai, tepat tanggal 31 November 2023, saya submit semua persyaratan untuk ikut PPSL tersebut.

Setelah menunnggu kurang lebih tiga minggu pengumuman PPSL, akhirnya atas rahmat Allah saya dinyatakan lolos dengan segala skrenarionya. Panitia pusat menempatkan saya di PTP UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk mengikuti PPSL dari tanggal 27 November 2023 hingga 23 Februari 2024 kedepan. Alhamdulillah, sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Sekali lagi, ini tentu atas bantuan, dorongan dan do'a orang-orang disekitar saya yang senantiasa memberikan yang terbaik kepada saya. Belakangan kami mendapat informasi dari panitia bahwa peserta kami berhasil menjadi 200 peserta PPSL dari total 603 pendaftar di tahun 2023. Sungguh, nikmat mana lagi yang Engkau dustakan? Syukur Alhamdulillah.

Sekedar kenang-kenangan, saya juga melampirkan foto saya selama kegiatan di laman ini. Hingga saat ini, program PPSL ini masih berlangsung. Semoga Allah beri kelancaran dan bisa meraih skor yang diharapkan. Semoga kawan-kawan yang berniat itu PPSL tahun selanjutnya, dan kebetulan membaca tulisan kami ini diberi kelulusan juga untuk mengikuti program serupa. Sebagai penutup, selain syarat miniman skor bahasa asing yang harus dicapai, sebaiknya kawan-kawan juga menyiapkan essai yang bagus agar peluang lolosnya lebih besar lagi. Selamat mencoba dan semangat berjuang! :) 


Foto bersama Prof. T. Zulfikar (Menyusun Riset Proposal)

Bersama Bapak Riza Aulia, M.Sc. (Tips Mendapatkan Beasiswa)

Bersama Prof. Hafas Furqani (Menulis Proposal Riset)

Bersama Bu Ika Kana Trisnawati, M.Ed., M.A. (Materi Writing)

No comments:

Post a Comment