Tempat segala mimpi itu diperjuangkan. Melihat sisi selatan Jawa ini membuka memoriku pada kisah 5 tahun lalu. Seorang anak muda, sedang S2, di penghujung semester 4 dan masih tesis. Pergi untuk pulang kampung dengan niat melamar seorang wanita muda yang kondisinya juga sama dengannya, masih sekolah S2, sedang tesis dan belum ada kepastian lulus.
Anak muda itu melihat ke arah kidul tepatnya di Samudera Hindia, sambil meyakinkan diri, bahwa ini adalah pilihannya. Duduk di kursi penumpang di ruang tunggu, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang kala itu baru beroperasi belum genap satu tahun.
Tepat disampingnya, ada sahabat baiknya, Wahyu yang baru saja selesai S2 dan lulus CPNS, ia hendak mengurus DRH CPNS nya. Tak ada rencana khusus untuk pulang atau berangkat bareng, Allah yang takdirkan. Hingga akhirnya Wahyu jadi tempat diskusi dan bercerita jelang anak muda itu pulang kampung.
Sekarang anak muda itu masih duduk di tempat yang kurang lebih sama. Namun dengan situasi berbeda. Usianya bertambah, pakaiannya lebih formal, batik warna pink dan ungu muda. Namun lebih dari itu, sekarang ia hendak pulang, di rumahnya sudah menunggu anak perempuan yang masih batita dan seorang perempuan yang ia datangi rumah orang tuanya lima tahun lalu, yang kini menjadi istrinya.
Kulon Progo, 24 September 2025


No comments:
Post a Comment