Pages

TIPS MENGERJAKAN TESIS S2 EKONOMI ISLAM UGM – CERITA PENGALAMAN

Alhamdulillah, agaknya bulan Januari 2021 adalah waktu yang sangat membahagiakan bagiku karena banyak sekali nikmat yang diberikan Allah padaku. Dimulai dari 9 Januari, dosen pembimbing memberi acc agar aku maju sidang tesis. Lalu 18 Januari aku mulai sidang tesis dengan judul yang cukup panjang yang gaes, “Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) pada Pengukuran Prioritas Kebutuhan dan Tindakan Manajemen Produk Halal Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal” via Zoom dari kampung halamanku. Kemudian, tanggal 19 Januari wawancara kerja di almamaterku STEI SEBI Depok via Zoom.

Tanggal 21 Januari Alhamdulillah dinyatakan diterima sebagai staff pengajar di STEI SEBI sekaligus memegang amanah sebagai staff penelitian SIBERC STEI SEBI. Tanggal 25 Januari hari pertama kerjaku di Depok. Serta tanggal 29 Januari Alhamdulillah yudisium dari program Master of Arts pada prodi Agama dan Lintas Budaya minat Ekonomi Islam UGM. Alhamdulillah. Dan banyak peristiwa membahagiakan lain di bulan Januari ini, yang semua itu tak akan tercapai tanpa dukungan dan pengorbanan orang terkasih baik, orang tua, keluarga, dan berbagai pihak lainnya.



Perjalanan mengerjakan tesis ataupun tugas akhir lainnya tentu saja memiliki kendala dan tantangannya masing-masing. Sehingga tidak bisa kita samakan antara proses tesis milik kita dengan tesis orang lain. Yang penting just focus on your self target. Berikut sekadar sharing terkait pengalaman perjalanan tesis yang kami alami dalam studi master di UGM. Semoga memberi sedikit insight ya :

1.      Tentukan tema penelitian dan dosen pembimbing

Ini poin pertama yang sangat penting. Biasanya ketika akan memasuki studi master, kita sudah diminta membuat proposal tesis sederhana. Ini membantu kita menentukan minat apa yang mau diteliti. Menurut saya pribadi, pilih tema penelitian yang kita suka plus datanya sudah cukup tersedia, sehingga kita akan senang menulisnya karena memang kita suka tema itu. Setelah ketemu, pilihlah dosen pembimbing yang memang cocok dengan kepakaran dan tema penelitian kita tersebut. Akan lebih baik jika sudah kenal terlebih dahulu. Paling tidak ada komunikasi yang sudah terjalin.

 

2.      Pilih metode yang dikuasai dan disukai

Kalau kamu punya waktu, boleh saja upgrade diri dengan mengambil metode yang menantang. Namun jika waktu terbatas, segera tentukan metode apa yang mau dilaksanakan, apakah kualitatif, kuantitatif, ataupun mix method. Ini akan mempengaruhi mood kita dalam menulis. Ingat, setelah S2 masih ada S3, kalau kata dosen kami, “penelitianmu tidak akan mengubah dunia”. Jadi kerjakan saja, yang penting benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Hehe

 

3.      Kumpulkan bahan jurnal dan referensi lain yang diperlukan

Menulis tesis tanpa ada referensi dan bacaan rujukan rasanya mustahil sekali. Kumpulkan dan download jurnal yang diperlukan sebagai bahan baku kita menulis. Unduh lah jurnal nasional dan jurnal internasional terkait, misalnya 100 jurnal. Lalu rename (ganti nama) file jurnal yang tadi kita download agar mudah dibaca. Baca sekilas dan buang yang tidak perlu. Jika misalnya hanya tinggal 30 jurnal yang tersisa, itulah yang bisa kita manfaatkan untuk referensi tesis kita. Langkah ini memudahkan kita untuk mengetahui metode dan jenis penelitian apa saja yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu.

 

4.      Kerjakan dari yang termudah

Menulis tesis memang menjadi sebuah beban jika dipikirkan, namun jika ditulis dan diketikkan lama-lama membuat kita bersemangat lagi. Saya pribadi seringkali menulis halaman judul, motto, lembar pengesahan, kata pengantar dan ucapan persembahan dalam menulis tesis. Sebab ini menjadi dorongan motivasi awal kita menulis. Bahkan disaat batas daftar sidang sudah mulai mepet, kita tidak perlu lagi direpotkan untuk melengkapi hal tadi. Tinggal fokus pada isi penelitian, serta update daftar isi dan daftar pustaka saja.

 

5.      Anggap bagai menyusun puzzle

Menulis tesis terkadang tidak mesti berurutan harus lengkap dulu BAB 1, BAB 2 lalu ke BAB 3. Adakalanya kita bisa menyelesaikan dulu BAB 3, lalu kembali menyempurnakan BAB 2 yakni landasan teori. Kemudian berlanjut ke BAB 4 dan BAB 5. Tulislah se enjoy mungkin.

 


6.      Cari rujukan tesis utama dan rekan sejawat yang mengerti dengan metode kita

Terkadang dosen pembimbing kita sibuk, sehingga kita butuh tempat diskusi yang bisa ditanyakn setiap waktu. Bisa saja teman sekelas, kakak tingkat, rekan dari kampus lain, atau dosen lainnya baik di kampus kita studi atau kampus lain. Intinya bergerak, bertanya, dan konsultasi. Agar semangat menulis selalu ada. Saya beruntung karena dosen pembimbing merekomendasikan saya bertanya pada alumni yang kebetulan memakai metode yang sama namun dengan Bahasan yang berbeda tentunya. Ini memudahkan saya upgrade info ketika ada hal yang saya tidak paham. Sangat membantu.

 

7.      Tulislah dan lakukan revisi mandiri berkala

Dalam menulis tesis, kita mungkin tidak selamanya mengerjakannya dengan konsentrasi full dan penuh ketelitian. Revisi mandiri akan membantu kita dalam menghadapi bimbingan demi bimbingan sampai akhirnya ujian tesis. Skill lain yang diperlukan tentunya sabar dan telaten.

 

Demikian saja ya gaes. Anggap saja ini bercerita. Semoga bermanfaat dan setidaknya memberi pandangan baru. Wassalaam.

2 comments:

  1. assalamualaikum, salam kenal kak

    kbtulan sy baru keterima jg di s2 ekis ugm, mau tnya kmrn kk ambil konsentrasinya apa dan menurut kk klo mau kuliah 1,5th kr2 tricknya hrs gimana? oh iya utk channel dari kampus buat kita kerja stlh sekolah nanti apa kesempatannya byk ya?

    terima kasih sebelumnya
    wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh.

      Salam kenal juga kak. Saya mengambil konsentrasi Industri Halal. Tips nya mulai tentukan minat bidang penelitiang yang mau dibahas, terus banyak download dan baca jurnal terkait. Cari calon dosen pembimbing yang pas dan mau menuntun kita. Meskipun secara resmi baru semester 4 kita dikasih dosen pembimbing, tapi pas semester 2 dan 3 mulailah PDKT dan diskusi dengan dosen pembimbing kita. Dudukkan metode penelitian, dan mulailah menulis. InsyaAllah bisa lulus cepat.

      Delete