Pages

TEMPAT MENGADU RASA



Aku kira aku bisa cerita semua tentang kesenanganku pada semua orang, atau orang-orang yang ku percaya. Ternyata aku salah, boleh jadi orang menyalahartikan kebahagiaanku sebagai sebuah kesombongan. Hingga orang tersebut menjauh dariku.

Aku kira aku bisa menceritakan kesedihanku pada orang yang ku percaya, ternyata aku salah. Ada kalanya orang yang kita percaya menjadi musuh, hingga kesedihanku tadi malah dijadikan sebagai cambuk mengetahui kelemahanku. Hingga akhirnya orang tersebut menjauhiku.

Aku kira aman-aman saja membicarakan aibku pada orang yang aku percaya. Hingga akhirnya aku sadar bahwa itu salah. Bisa jadi orang itu berniat baik, namun lupa atau keceplosan menguak aib tersebut. Hingga akhirnya orang-orang menjauhiku.

Aku kira boleh saja aku membicarakan perihal keuanganku pada orang-orang. Baik saat aku kesusahan atau saat senang. Hingga akhirnya aku sadar bahwa itu juga keliru. Bisa jadi orang melihat bahwa aku tidak bersyukur atau aku takabur. Hingga kemudian orang-orang enggan mendekat padaku lagi.

Aku sadar seribu kali sadar, bahwa ternyata bukan perihal obrolannya yang salah. Tapi kepada siapa kita mengadu. Bagaimanapun manusia tempatnya salah dan kelu, tempatnya lupa dan keliru, termasuk aku. Aku lupa, bukan kepada manusia hendaknya semua itu tertumpah. Bukan kepada manusia segala kesenangan dan keluh kesah itu diungkapkan. Sebab ada saja pandangan manusia terhadap manusia lainnya.

Terkadang kita tak sadar, bahwa Tuhan cemburu dengan hambanya yang lebih memilih bercerita kepada makhluk dibanding pada diri-Nya. Tuhan menegur, kembalilah kau bercerita pada-Ku tentang segala kesusahanmu, kembalilah kau meminta pada-Ku tentang segala pengharapanmu, dan kembalilah kau berdo'a pada-Ku tentang segala kesalahanmu. Sungguh Aku adalah sebaik-baik pengabul do'a dan penjaga rahasia. Kembalilah engkau wahai hamba-hamba-Ku, demikian kira-kira firman Tuhan, Allah swt.

Dikala kita sudah pasrah dan penuh harap lagi kepada Allah, saat itulah kita sadar bahwa posisi kita hanyalah hamba yang lemah dan tak berdaya. Hanya kepada Dialah kita mengharap perlindungan.

No comments:

Post a Comment