Tersesat Dijalan Yang Benar, Katanya…
Siang itu sang surya mengeluarkan energi dahsat. Tak ayal panas terik melanda ke seantero datarah kota Depok. Tampaknya, hal yang satu ini tak bisa di teritama oleh semua orang, begitu juga dia. Ya, anak itu sepertinya lebih betah di dataran tinggi yang jelas-jelas keterlaluan dinginnya, dibanding kota panas gerah ini, entah kenapa tapi memang itulah yang diinginkan anak itu. Dari kejauhan, jelaslah ia mengeluarkan kaki kanannya dahulu dari moncong mobil biru bertuliskan 106 itu. Ya, anak itu baru saja sampai di kota Belimbing ini melalui angkot biru jurusan Lebak Bulus-Parung, dan sampailah ia dia tempat tujuannya.
Sang anak muda itu akhirnya menghampiriku, dia bertanya banyak padaku. Bercerita dan meyakinkan diri bahwa dia itu adalah aku. Aku adalah dia, dan memang benar, dia kuceritakan tadi adalah aku. Ya aku, aku yang kini berkuliah ditempat yang hanya aku dan Allah yang tahu. Hhoho, tidak. Sekarang orang-orang pun sudah banyak yang tau. STEI SEBI namanya.
Ya, perkenalkan namaku Zilal. Aku, tapi agaknya aku lebih senang dipanggil Uda, karena panggilan ini lebih legendaris bagiku. Juga bagi adikku, karena memang aku biasa dipanggil Uda kalau di rumah. (Uda=Kakak laki-laki, panggilan khusus bagi masyarakat Minang). Aku terlahir di sebuah negeri yang ibuku juga lahir ditempat itu. Pangkalan, ya, nama kampungnya Pangkalan. Tapi jangan sekarang lah kuceritakan tentang kampung kecil itu, lain kali saja. Dan kemaren aku sekolah di Garut, kota kelahiran Ayahku. Dua sisi yang berbeda tentunya.
Oh ya, hari ini adalah detik-detikku menjadi mahasiswa. Sebuah status yang kata orang prestisus, tingkatan paling tinggi bagi para penuntut ilmu formal. Sebab kita sudah berhak menyandang gelar MAHA di depan kata SISWAnya, dan itu lah yang akan ku hadapi sebentar lagi.
Adalah sebuah kelaziman tatkala sorang calon mahasiswa akan masuk ke sebuah perguruan tinggi akan melewati fase pengkaderan awal dulu. Atau orang lazim menyebutnya dengan OSPEK. Sedikit berbeda dengan kampusku yang menyebutnya sebagai PROPEKA (program pengenalan kampus). Yah, aku pasrah saja barangkali aku akan dikerjai habis-habisan oleh kakak kelasku. Haha, kangen rasanya dikerjai seperti itu. Ya, kuanggap saja ini sebagai refreshing bagiku. Betapa tidak, aku kangen kegokilan-kegokilan mendadak yang biasa dialami para mahasiswa baru. Dan karena itu pulalah aku sedikit menunggu kesempatan itu mengahampiriku.
Sudahlah, akhirnya kubenamkan saja bayangan indah itu sementara. Lalu ku palingkan dengan melihat Facebook. Kusaksikan dengan detail, dan tampaklah pula ada pemberitahuan baru dari Panitia Propeka padaku.
“Assalamu'alaikum untuk para peserta mahasiswa baru 2013,ini merupakan ketentuan hafalan yg wajib dihafalkan untuk para peserta,dan ini termasuk kedalam lembaran mutaba'ah para peserta. 1.surat al-baqarah ayat:275 2.surat al-imron:159 3.doa rabithah (diakhir lembaran al-matsurat) 4.hafalan hadits arbain no.1 tentang niat. Mohon segera dihafalkan sebelum pelaksanaan propeka dimulai dan pahami juga arti serta kandungannya.jazakallah” (postingan asli Panitia Propeka 2013)
Lah, kok OSPEK ada hafalan segala, bukannya dikampus lain biasanya…… tapi kok disiniii? Trus seru-serunya dimana? Jangan-jangan………………
Bersambung…
Sang anak muda itu akhirnya menghampiriku, dia bertanya banyak padaku. Bercerita dan meyakinkan diri bahwa dia itu adalah aku. Aku adalah dia, dan memang benar, dia kuceritakan tadi adalah aku. Ya aku, aku yang kini berkuliah ditempat yang hanya aku dan Allah yang tahu. Hhoho, tidak. Sekarang orang-orang pun sudah banyak yang tau. STEI SEBI namanya.
Ya, perkenalkan namaku Zilal. Aku, tapi agaknya aku lebih senang dipanggil Uda, karena panggilan ini lebih legendaris bagiku. Juga bagi adikku, karena memang aku biasa dipanggil Uda kalau di rumah. (Uda=Kakak laki-laki, panggilan khusus bagi masyarakat Minang). Aku terlahir di sebuah negeri yang ibuku juga lahir ditempat itu. Pangkalan, ya, nama kampungnya Pangkalan. Tapi jangan sekarang lah kuceritakan tentang kampung kecil itu, lain kali saja. Dan kemaren aku sekolah di Garut, kota kelahiran Ayahku. Dua sisi yang berbeda tentunya.
Oh ya, hari ini adalah detik-detikku menjadi mahasiswa. Sebuah status yang kata orang prestisus, tingkatan paling tinggi bagi para penuntut ilmu formal. Sebab kita sudah berhak menyandang gelar MAHA di depan kata SISWAnya, dan itu lah yang akan ku hadapi sebentar lagi.
Adalah sebuah kelaziman tatkala sorang calon mahasiswa akan masuk ke sebuah perguruan tinggi akan melewati fase pengkaderan awal dulu. Atau orang lazim menyebutnya dengan OSPEK. Sedikit berbeda dengan kampusku yang menyebutnya sebagai PROPEKA (program pengenalan kampus). Yah, aku pasrah saja barangkali aku akan dikerjai habis-habisan oleh kakak kelasku. Haha, kangen rasanya dikerjai seperti itu. Ya, kuanggap saja ini sebagai refreshing bagiku. Betapa tidak, aku kangen kegokilan-kegokilan mendadak yang biasa dialami para mahasiswa baru. Dan karena itu pulalah aku sedikit menunggu kesempatan itu mengahampiriku.
Sudahlah, akhirnya kubenamkan saja bayangan indah itu sementara. Lalu ku palingkan dengan melihat Facebook. Kusaksikan dengan detail, dan tampaklah pula ada pemberitahuan baru dari Panitia Propeka padaku.
“Assalamu'alaikum untuk para peserta mahasiswa baru 2013,ini merupakan ketentuan hafalan yg wajib dihafalkan untuk para peserta,dan ini termasuk kedalam lembaran mutaba'ah para peserta. 1.surat al-baqarah ayat:275 2.surat al-imron:159 3.doa rabithah (diakhir lembaran al-matsurat) 4.hafalan hadits arbain no.1 tentang niat. Mohon segera dihafalkan sebelum pelaksanaan propeka dimulai dan pahami juga arti serta kandungannya.jazakallah” (postingan asli Panitia Propeka 2013)
Lah, kok OSPEK ada hafalan segala, bukannya dikampus lain biasanya…… tapi kok disiniii? Trus seru-serunya dimana? Jangan-jangan………………
Bersambung…

No comments:
Post a Comment