Pengalaman pertama menjadi penguji sidang munaqasah, akan selalu jadi cerita yang paling berkesan. Ya, setelah SK Asisten Ahli saya keluar mulai awal November lalu, maka secara sah saya sudah bisa melakukan aktivitas akademik layaknya dosen pada umumnya. Salah satu hal yang sudah dibolehkan adalah menjadi penguji sidang munaqasah bagi mahasiswa S1 di rumpun Ekonomi Syariah.
Kesempatan pertama itu muncul pada tanggal 14 November 2023, tatkala sehari sebelumnya saya diberitahu oleh Kak Wulan admin sidang munaqasah untuk menjadi sekretaris sidang munaqasah untuk 5 orang mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Di hari tersebut, saya bertugas dengan dosen senior lainnya, yakni Dr. Hj. Sofia Hardani sebagai Ketua Sidang Munaqasah, Bapak Syamsurizal, S.E., M.Sc., Ak., CA sebagai Penguji I (Materi) dan Bapak Wali Saputra, S.E., Ak., M.A. selaku Penguji II (Metodologi). Sidang tersebut dilaksanakan di Ruang Munaqasah lantai 2 Gedung Belajar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Sidang munaqasah dimulai jam 08.00, kebetulan saat menuju gedung munaqasah, saya jalan beriringan dengan Bu Sofia yang juga berkhidmat sebagai Wakil Dekan III FSH.
"Kita mulai jam 8 ya Bu", ucap saya sekedar menghidupkan suasana.
"Iya benar Zilal, seharusnya kita datang lebih cepat agar bisa mempersiapkan pertanyaan untuk menguji dulu", ujar Bu Sofia.
"Iya betul Bu. Kebetulan hari ini saya pertama kali jadi penguji sidang munaqasah Bu. Tentu masih harus banyak belajar dan mohon bimbingan dari Ibu juga", balasku.
"O iya tidak masalah itu, kalau sekretaris sidang nanti insyaAllah tugasnya lebih ringan. Bisa sambil belajar", ucap Bu Sofia.
"Siap Bu", tutupku.
Tak terasa sampai juga kami di ruang sidang. Di sana sudah ada mahasiswa stand by menunggu. Setelah semua penguji sidang lengkap, sidang pun dimulai. Ada raut grogi dari para mahasiswa tersebut. Sidang cukup seru karena mahasiswa benar-benar dicecar oleh penguji. Ada yang membalas dengan keraguan, ada yang membalas dengan percaya diri, ada yang cenderung defensif, dan segala rupa gaya menjawab dalam sesi sidang.
Time flies so fast, saya jadi teringat momen dimana saya juga dicecar oleh penguji sidang skripsi paling tidak 6 tahun lalu. Bedanya, saat itu yang disidang adalah satu orang tanpa disaksikan rekan lainnya, jadi benar-benar sendiri. Di ruangan tersebut ada empat orang, termasuk saya diantaranya. Masa-masa itu pun terlewati, sekarang pun tak terasa saya yang berada di depan sebagai penguji.
Hari itu saya banyak memperhatikan jawaban dari mahasiswa, memberi nilai pada mahasiswa dan merangkum total nilai mahasiswa. Sekitar pukul 11.00 sidang selesai, selanjutnya jeda sekitar 10 menit untuk memutuskan apakah mahasiswa tersebut lulus atau tidak. Seluruh mahasiswa dipanggil untuk masuk ruang sidang kembali, dan keputusannya seluruh mahasiswa dinyatakan lulus dengan catatan harus segera melakukan revisi skripsi. Selamat, telah lahir 5 sarjana baru dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Sidang diakhir dengan foto bersama, karena saya sengaja meminta sebagai bukti otentik telah melaksanakan tugas sebagai penguji sidang munaqasah.
"Izin Bapak/Ibu, boleh minta izin foto bersama?", ujarku.
"Ooo boleh Zilal. Pak Syam, Pak Wali, kita foto dulu sebentar karena Zilal katanya ingin foto sebagai kenang-kenangan pertama kali jadi penguji sidang munaqasah", ujar Bu Sofia menguatkan.
Prosesi sidang selesai. Mahasiswa kembali ke tempat duduknya. Para penguji pun kembali ke kesibukannya masing-masing.
Banda Aceh, 21 Desember 2023




No comments:
Post a Comment