Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya di momen seminar Milad UIN Sultan Syarif Kasim Riau (14 September 2023), sebab di hadapan saya kala itu bukan orang sembarangan, bukan orang biasa tentunya. Beliau adalah seorang maestro atau boleh lah kita istilahkan sebagai Bapaknya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang mempelopori konsep integrasi interkoneksi. Di era 2000an awal, ada paradigma membangun PTKIN (UIN, IAIN, dan STAIN) se Indonesia dengan konsep mengembangkan ilmu agama dan ilmu umum. Pada dasarnya, kehadiran Universitas Islam Negeri (UIN) tentu saja untuk menggali dan memajukan ilmu agama, namun belakangan karena tuntutannya sebagai universitas, maka ilmu agama pun menjadi kewajiban yang juga mesti dikembangkan. Oleh sebab itu, konsep integrasi dan interkoneksi ilmu agama dan ilmu umum menjadi penting agar kedua bidang ilmu tersebut tidak dipertentangkan, tapi malah dikombinasikan. Maestro itu bernama Prof. Dr. Amin Abdullah.
Baik, setelah penjelasan yang begitu runut dan bernas, tibalah sesi tanya jawab antara audiens ke pemateri. Saat itu saya menjadi penanya ketiga sekaligus terakhir, "Izin Prof. Nama Prof Amin sudah sangat lama membayangi dan berkeliaran di telinga saya saat sedang studi di UGM, Yogyakarta. Karena kurang lebih satu tahun saya tinggal satu kontrakan dengan mahasiswa Pascasarjana dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Baik Prof, pertanyaannya, dari penjelasan profesor seharusnya konsep Integrasi dan Interkoneksi itu tidak boleh berhenti sampai disana bahkan harus menuju Multi, Inter dan Trans Disiplin. Apa perbedaan antar kedua konsep itu Prof? Terima kasih."
Entah karena pertanyaan nya simpel, atau memang Prof. Amin memang terkesan, beliau langsung menjawab pertanyaan saya dibanding penanya 1 dan penanya 2. "Baik saya akan menjawab pertanyaan ketiga terlebih dahulu, yang dari Yogyakarta ya?", ujar Prof. Amin Abdullah. Beliau menjelaskan bahwa konsep integrasi interkoneksi adalah konsep awal, namun tak boleh sampai disana. Maka dari itu, konsep MIT (Multi, Inter, Trans)Disiplin harus dijadikan arah penelitian selanjutnya, bahwa ilmu pengetahuan tak akan bisa berdiri tegak dengan satu keilmuan saja, namun harus saling melengkapi dan mendukung dengan keilmuan lainnya. Posisi saya adalah menyumbangkan ide atas teori lama, sekaligus mengoreksi ide lama tersebut agar tetap bisa berkembang, begitulah kira-kira ulasan beliau.
Catatan lengkap seminar tersebut dapat di akses di link berikut ini.
Di akhir momen, saya izin meminta foto dengan beliau. Profesor Pemikiran Islam yang baru saja pensiun dan berumur 70 tahun di tahun 2023 ini. Semoga ilmunya bisa kita semua lanjutkan. Sebagai bonus, saya juga berfoto dengan Pak Wakil Rektor II UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Bapak Dr. Mas'ud Zein yang memoto saya saat bertanya ke Prof. Amin Abdullah. Sehat dan sukses selalu Pak WR. :)
Banda Aceh, 20 Desember 2023




No comments:
Post a Comment