Pages

IBU PSIKOLOG 2

 

Apa kabar Ibu Psikolog? Kabarnya kamu sudah benar-benar mendapatkan gelar psikolog dan bukan hanya panggilan dan ungkapan do’a lagi, dan tinggal menyempunakannya dengan gelar magister. Tanpa terasa 2020 sudah mau sampai ke penghujung waktu, and we are still here, belum banyak bergerak. Banyak fenomena yang sungguh tidak disangka di 2020 ini, bahkan oleh penduduk dunia. Sebab Covid-19, virus yang bermana corona ini, semua rencana matang bubar, semua target berjangka dirombak, semua impian digeser. Besar betul hikmahnya, agar kita selalu ingat Tuhan, Allah swt yang senantiasa punya rencana besar dan tidak terduga bagi umat manusia yang selama ini terlalu banyak menggunakan akal. Lupa mereka menggunakan iman.

Lalu bagaimana denganmu? Kini obrolan tak lagi ringan, bukan sekadar seputar tesis, namun lebih dari itu, aksi kedepannya. Aku berharap kamu baik-baik saja. Dengan begitu, jernihlah pikiran merencanakan sesuatu ke depan. O ya, bukan hanya rencana, namun disertai aksi juga. Baik aksi akademik, aksi sosial, dan rencana besar lainnya.

Waktu terus berjalan, jikalah masih diberi nikmat bernafas ini, maka ada 2020 yang perlu dituntaskan. Diselesaikan dengan kemenangan dan pencapaian besar. Yakni lulus dan menjadi master dari almamater kampus rakyat ini, Universitas Gadjah Mada. Lalu bagaimana menuntaskannya? Tentu dengan belajar, belajar, belajar. Kerja keras. Sebuah kosa kata yang jarang dimaknai dengan tindakan nyata. Berusaha hingga titik darah penghabisan, berjuang sampai batas ngantuk, belajar hingga melawan bosan.

Itu saja. Selanjutnya, adalah pembuktiannya. Semoga Allah mudahkan, Allah lancarkan. Dengan disertai keridhoan orang tua yang tulus mendo’akan, kita tuntaskan 2020 ini. Bismillah.

No comments:

Post a Comment