Apa kabar Ibu Psikolog? Kabarnya kamu sudah benar-benar mendapatkan gelar psikolog dan bukan hanya panggilan dan ungkapan do’a lagi, dan tinggal menyempunakannya dengan gelar magister. Tanpa terasa 2020 sudah mau sampai ke penghujung waktu, and we are still here, belum banyak bergerak. Banyak fenomena yang sungguh tidak disangka di 2020 ini, bahkan oleh penduduk dunia. Sebab Covid-19, virus yang bermana corona ini, semua rencana matang bubar, semua target berjangka dirombak, semua impian digeser. Besar betul hikmahnya, agar kita selalu ingat Tuhan, Allah swt yang senantiasa punya rencana besar dan tidak terduga bagi umat manusia yang selama ini terlalu banyak menggunakan akal. Lupa mereka menggunakan iman.
Lalu
bagaimana denganmu? Kini obrolan tak lagi ringan, bukan sekadar seputar tesis,
namun lebih dari itu, aksi kedepannya. Aku berharap kamu baik-baik saja. Dengan
begitu, jernihlah pikiran merencanakan sesuatu ke depan. O ya, bukan hanya
rencana, namun disertai aksi juga. Baik aksi akademik, aksi sosial, dan rencana
besar lainnya.
Waktu
terus berjalan, jikalah masih diberi nikmat bernafas ini, maka ada 2020 yang
perlu dituntaskan. Diselesaikan dengan kemenangan dan pencapaian besar. Yakni
lulus dan menjadi master dari almamater kampus rakyat ini, Universitas Gadjah
Mada. Lalu bagaimana menuntaskannya? Tentu dengan belajar, belajar, belajar.
Kerja keras. Sebuah kosa kata yang jarang dimaknai dengan tindakan nyata. Berusaha
hingga titik darah penghabisan, berjuang sampai batas ngantuk, belajar hingga
melawan bosan.
Itu
saja. Selanjutnya, adalah pembuktiannya. Semoga Allah mudahkan, Allah
lancarkan. Dengan disertai keridhoan orang tua yang tulus mendo’akan, kita
tuntaskan 2020 ini. Bismillah.


No comments:
Post a Comment